Standart Operasional Prosedur Kebersihan Karpet Yang Bagus di Masjid

Semua pekerjaan didunia ini seharusnya memiliki Standart perasional Prosedur (SOP) agar pekerjaan jadi lebih efektif dan efisiean. Tak terkecuali untuk kebersihan karpet masjid.

Mengingat masjid adalah tempat yang selalu dikunjungi setiap hari untuk beribadah, tentunya tempat tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Masjid butuh selalu dijaga kebersihan dan dirawat segala asset /inventaris didalamnya.

Hal tersebut dilakukan semata-mata agar mendukung kelancaran kegiatan operasional masjid sebagai tempat ibadah umat islam. Sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap rumah Allah tersebut.

Jadi, perlu diketahui bagaimana sih standar kebersihan karpet yang bagus agar jamaah betah beribadah didalam masjid

Simak terus yuk dibawah

 

Pentingnya Karpet Bagi Masjid

Umumnya hampir semua masjid di Indonesia bahkan didunia memasang karpet didalam ruangan masjid.

Justru, apabila tidak ada karpetnya mungkin akan terasa aneh. Sebab orang-orang telah terbiasa sholat dengan menggunakan alas baik sajadah maupun karpet masjid.

Karena tidak memungkinkan jamaah harus memasang sajadah satu per satu tiap kali sholat, serta menyediakan jumlah sajadah sebanyak jamaah yang hadir ke masjid, maka karpet pun berfungsi sebagai penggantinya.

Kondisi lantai masjid yang licin pun teratasi dengan memasang karpet. Selain licin, kita semua tahu bahwa alas lantai masjid yang terbuat dari keramik biasanya terasa dingin.

Terlebih jika jamaah berdiri/ duduk lama diatasnya.

Tanpa karpet, udara dingin tersebut akan menganggu kenyamanan jamaah yang hendak sholat. Terutama bagi orang tua atau balita yang butuh banyak kehangatan.

 

Kenapa Karpet Perlu Dibersihkan?

Karpet umumnya terbuat dari berbagai olahan benang, mulai dari katun, wol, nilon, polypropylene dan lain lain. Benang tersebut rentang menjadi tempat menempelnya debu dan kotoran dalam masjid.

Sementara masjid adalah tempat ibadah umum yang selalu terbuka pintunya tiap hari. Justru biasanya semua ventilasi udara berupa jendela juga dibiarkan terbuka untuk membuat udara dalam masjid jadi lebih sejuk.

Hal itu tentunya memungkinkan banyak debu dan kotoran dari luar pun turut masuk dan menempel dalam karpet.

Bisa dibayangkan berapa banyak partikel debu yang tersimpan dalam sebuah gulungan karpet masjid? Apalagi jika karpet jarang dibersihkan.

Karpet juga dipasang dilantai dan diinjak-injak setiap hari oleh para jamaah yang datang. Kondisi kaki para jamaah pun tak bisa dipastikan.

Apakah kaki mereka bersih atau kotor. Kalaupun sudah cuci kaki maupun berwudhusebelumnya, justru terkadang dalam kondisi kaki masih basah, jamaah menginjak karpet.

Hal itu akan membuat kondisi karpet lembab. Selanjutnya akan muncul bau yang kurang sedap dari karpet.yang tidak nyaman dihirup oleh jamaah yang datang untuk beribadah.

Jadi tentu saja karpet masjid sangat perlu untuk dibersihkan.

 

Bagaimana Cara Membersihkan Karpet Yang Bagus?

Kondisi karpet yang mudah kotor dan bau tentu harus disadari oleh semua pihak pengurus masjid. Terutama oleh petugas kebersihan.

Dengan hal itu, perlu sekali karpet dibersihkan secara rutin.

Namun sayangnya tidak semua orang tahu bagaimana cara membersihkann karpet yang baik. Padahal karpet memiliki karakteristik yang berbeda.

Setiap karpet, dari bahan tertentu memiliki cara perawatan sendiri dan tidak bisa disama ratakan.

Jika sampai salah, bukannya membuat karpet bersih dan awet, justru karpet cepat rusak dan tidak awet.

Umumnya karpet yang digunakan oleh masjid-masjid di Indonesia terbuat dari bahan polypropylene/ benang sintetis.

Bahan tersebut memiliki keuntungan antara lain, mudah dibersihkan, daya tahan cukup tinggi, serta harganya cukup terjangkau.

Namun sayangnya karpet berbahan benang sintetis ini tidak memiliki ketahanan terhadap panas. Artinya karpet akan mudah menyusut saat terkena panas.

Cara mencuci karpet masjid

  1. Sebelum karpet mulai dicuci, pertama-tama harus di bersihkan terlebih dahulu debu yang menempel menggunakan vacuum cleaner
  2. Biarkan karpet terbentang seperti biasa dan lakukan proses penyedotan debu untuk mengurangi ketebalannya.
  • Jika ingin cara lebih cepat, gunakan alat perontok debu yang berbahan karpet dan memiliki lubang-lubang kecil.
  • Bentangkan karpet diatas perontok debu kemudian kibas karpet menggunakan sapu
  • Setelah yakin semua bagian telah dikibas, angkat karpet.
  • Semua debu yang menempel di karpet akan rontok berbentuk cetakan bulat-bulat dari alat perontok debu tersebut.
  1. Setelah itu, bentangkan karpet di tempat seperti jemuran/ penyangga agar saat dibersihkan air bisa mengalir dengan baik.
  2. Semprot karpet dengan air bertekanan tinggi.Arahkan selang ke karpet dan pstikan semua bagaian tersemprot dengan baik untuk memastikan kotoran yang membandel rontok.
  3. Setelah karpet dalam kondisi basah, saatnya memberikan sabun untuk membunuh kuman dan bakteri yang masih tersimpan.
  4. Sebaiknya gunakan cairan khusus pembersih karpet, karena komposisi nya telah diatur sedemikian rupa agar tidak merusak serat karpet namun tetap memiliki fungsi pembersihan yang baik. Namun apabila memang tidak ada bisa gunakan shampoo bayi.
  5. Sikat karpet secara perlahan dengan sikat yang lembut. Jika anda menyikat terlalu keras, maka bulu karpet akan mudah rontok. Selain itu juga menyebabkan karpet jadi kasar.
  6. Setelah semua bagian disikat (termasuk bagian tepi karpet), bilaslah dengan air.
  7. Caranya tinggal di semprot hingga kotoran dan busa sisa sabun hilang. Pastikan karpet benar-benar bersih
  8. Jika sudah bersih, karpet harus dikeringkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Ini dilakukan agar karpet tidak mudah kusut dan warnanya tidak mudah pudar.
  9. Carilah tempat yang teduh namun memiliki sirkulasi udara yang baik. Tujuannya supaya karpet tidak bau meski tidak dijemur dibawah sinar matahari. Jemur karpet hingga benar-benar kering.
  10. Setelah karpet kering, anda bisa menaburi karpet dengan baking sida. Tujuannya untuk menghilangkan sekaligus mencegah bau.
  11. Diamkan selama kurang lebih 30 menit setelah itu bersihkan kembali dengan vacuum cleaner

 

 

Kapan waktu terbaik bersihkan karpet masjid?

Tips yang telah dibagikan diatas adalah cara mencuci karpet paling sederhana yang bisa dilakukan sendiri. Tentunya ada jasa cuci karpet yang bisa membersihkan karpet dengan lebih bersih dan cepat.

Namun apakah karpet harus dicuci setiap hari? Tentunya tidak mungkin kan?

Maka dari itu kami akan berbagi kapan waktu yang ideal untuk mencuci ataupun membersihkan karpet.

Membersihkan karpet

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, karpet masjid harus dibersihkan secara rutin Cara paling sederhana yakni dengan menggunakan vacuum cleaner.

Usahakan minimal 3 kali dalam satu minggu karpet dibersihkan dengan penyedot debu tersebut. Jika tidak, debu akan semakin banyak dan tidak sehat untuk kebersihan lingkungan masjid.

Namun sebaiknya hal ini dilakukan setiap hari terutama bagi masji yang selalu ramai dan banyak dikunjungi oleh jamaah untuk sholat. Seperti masjid agung, masjid daerah, masjid jami’ dan masjid-masjid besar lainnya.

Mencuci karpet

Karena tidak mungkin dicuci setiap hari, lalu berapa selang waktu yang pas untuk mencuci karpet?

Terkadang, banyak masjid-masjid yang baru mencuci karpet setahun sekali saat menjelang Ramadhan.

Pasalnya pada saat itu masjid akan sering dikunjungi oleh jamaah.

Namun seharusnya, karpet rutin dicuci setiap enam bulan sekali. Hal ini dilakukan demi kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan para jamaah yang berkunjung ke masjid.

Sebagai tambahan dalam perawatan karpet supaya lebih awet, usahakan untuk merubah arah karpet setiap dua bulan sekali.

Tujuannya agar bagian karpet yang sering di injak oleh jamaah dan sering terkena sinar matahari paling panas bisa berubah.

Dengan begitu, secara visual akan lebih baik untuk mencegah hanya bagian karpet tertentu yang pudar/ kusut karena sering di injak.

 

Semoga bermanfaat